Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lampung Tengah

Dapur SPPG di Marga Jaya Tidak Layak Konsumsi LSM LASKAR NKRI Akan Mengambil Langkah Tegas

95
×

Dapur SPPG di Marga Jaya Tidak Layak Konsumsi LSM LASKAR NKRI Akan Mengambil Langkah Tegas

Sebarkan artikel ini

Lampung Tengah- (adipatiline) -Kekecewaan kini tak lagi dipendam. Para orang tua siswa di SD Negri Bumi jaya, Kecamatan anak tuha, Kabupaten Lampung Tengah, mulai bersuara lantang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah dasar, justru dinilai stagnan dan jauh dari harapan.

Jum’at, 19 JUNI 2026 kondisi yang sama kembali terulang. Menu yang disajikan kepada siswa disebut tidak mengalami perubahan berarti dari hari-hari sebelumnya. Tidak ada variasi, tidak ada peningkatan kualitas, dan tidak ada tanda-tanda evaluasi yang serius. Padahal, program ini digadang-gadang sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap tumbuh kembang generasi muda.

Sorotan tajam pun mengarah kepada SPPG yang berada di Marga jaya. Sejumlah wali murid menduga adanya praktik yang tidak mencerminkan semangat program pemerintah. Bahkan muncul anggapan bahwa ada pihak yang mengambil keuntungan besar dari program yang seharusnya berpihak pada kepentingan anak-anak.

“Hari ini tetap sama seperti kemarin, tidak ada perubahan,” keluh salah satu wali murid dengan nada kecewa. Menu yang disajikan disebut masih serupa, tanpa standar gizi yang jelas dan tanpa transparansi mengenai komposisi maupun nilai anggaran yang digunakan.

Situasi ini semakin membingungkan para orang tua. Mereka merasa tidak tahu harus mengadu ke mana. “Kami bingung harus melapor ke siapa. Ke sekolah? Ke dinas? Atau langsung ke pemerintah kabupaten?” ujar wali murid lainnya. Ketidakjelasan ini menambah rasa frustrasi, seolah kondisi tersebut berjalan normal tanpa ada yang merasa perlu bertanggung jawab.

Padahal, Program MBG bukan sekadar pembagian makanan. Ia adalah kebijakan yang menyangkut masa depan anak-anak. Gizi yang cukup dan seimbang merupakan fondasi utama bagi perkembangan fisik dan kecerdasan mereka. Jika pelaksanaannya tidak diawasi secara ketat, tujuan mulia tersebut bisa bergeser menjadi sekadar formalitas administratif.

Menanggapi hal ini, Ketua LSM LASKAR NKRI Lampung Tengah, arfan menyatakan sikap tegas. Ia mengecam keras dugaan ketidaklayakan pelayanan kepada para penerima manfaat program MBG di wilayah tersebut. Menurutnya, jika benar ada ketidaksesuaian antara anggaran yang digelontorkan pemerintah dengan kualitas yang diterima siswa, maka hal itu tidak bisa dibiarkan.

“LSM LASKAR NKRI akan melakukan fungsi sosial control terkait penggunaan anggaran MBG. Kami akan menelusuri dan memastikan apakah program ini sudah berjalan sesuai aturan dan peruntukannya,” tegas arfan.

Langkah ini bukan sekadar kritik, melainkan bentuk kepedulian agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran. Transparansi anggaran, standar menu yang jelas, serta mekanisme pengawasan yang terbuka menjadi tuntutan utama. Publik berhak tahu berapa anggaran yang dialokasikan, bagaimana mekanisme pengadaan, serta siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.

Orang tua siswa berharap ada evaluasi menyeluruh dari dinas terkait. Mereka tidak menuntut berlebihan. Yang mereka inginkan sederhana: anak-anak mereka mendapatkan makanan bergizi yang layak sesuai dengan anggaran yang telah disediakan negara.

Kini pertanyaannya sederhana namun mendasar: sampai kapan kondisi ini akan dibiarkan tanpa pembenahan? Jika tidak ada pengawasan dan keberanian untuk membenahi, maka yang dirugikan bukan hanya programnya, melainkan masa depan generasi yang seharusnya dijaga bersama.

LSM LASKAR NKRI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini. Sebab bagi mereka, sosial control bukan sekadar slogan, tetapi tanggung jawab moral demi memastikan setiap rupiah uang rakyat benar-benar kembali untuk rakyat — terutama untuk anak-anak yang menjadi harapan bangsa.

Kami dari investigasi NKRI akan cari tau kebenaran nya Pemilik Dapur SPPG yang berada di Margajaya yang berada pas di samping Rumah Dewan DPRD Kabupaten Lampung Tengah dari partai PKS, yang seharus pemilik atau pengelola Dapur, menjadi contoh yang bagus dalam pendistribusian makanan yang buat anak anak. Untuk mengatur layak atau tidak nya di kirim.

Arfan, menyampaikan dan klarifikas kepada wali murid lewat tlpon whatsapp dan di sampaikan benar itu fakta bukan ngada ngada.. mang seperti itu pengiriman nya setiap hari. Gak layak di kirim ke siswa dan gak layak SPPG beroprtional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *